PT. Innara Empower Indonesia adalah wadah sinergi antara BUM Desa, UMKM, dan Perguruan Tinggi. Kami tidak berhenti di pelatihan satu hari — kami mendampingi dari legalitas badan hukum, penataan usaha, tata kelola keuangan, sampai digitalisasi.
PT. Innara Empower Indonesia berdiri pada 2021 dengan satu keyakinan sederhana: desa tidak kekurangan potensi, desa kekurangan pendampingan yang menetap.
Kami menghimpun BUM Desa, UMKM, dan Perguruan Tinggi dalam satu wadah kolaborasi riset dan harmonisasi inovasi berkearifan lokal, berbasis pemberdayaan bersama komunitas ABCGFM. Tujuannya satu: menguatkan BUM Desa agar benar-benar BERDIKARI.
Yang membedakan kami adalah komposisi tim. Kami bukan lembaga pelatihan murni, bukan pula akademisi murni. Tim kami terdiri dari dosen akuntansi sektor publik yang juga turun ke balai desa, asesor BUM Desa berskala kabupaten, dan praktisi yang mengurus sendiri dokumen badan hukum sampai laporan keuangannya jadi. Karena itu rekomendasi kami bisa langsung dikerjakan, bukan sekadar diketahui.
Lima fungsi utama yang selalu kami lalui — bukan urutan yang bisa dilompati.
Menjunjung tinggi nilai integritas, kolaborasi riset, dan harmonisasi inovasi berkearifan lokal berbasis pemberdayaan.
Ekonomi desa tidak bergerak dari satu sisi saja. Karena itu Innara bekerja di empat titik sekaligus, dan mempertemukan keempatnya di meja yang sama.
Kami tumbuh perlahan dan sengaja: menyiapkan perangkat kerja lebih dulu, baru masuk ke skala kabupaten.
Sebagian besar masalah BUM Desa tidak berdiri sendiri. Legalitas yang belum beres berdampak ke akses modal; usaha yang belum punya SOP berdampak ke laporan keuangan. Karena itu tim Innara sengaja disusun agar tiga bidang ini bisa ditangani sekaligus, oleh orang yang benar-benar mengerjakannya di lapangan.
Menyelesaikan S-1 Akuntansi di Universitas Negeri Yogyakarta (2016) dan S-2 Akuntansi di Universitas Sebelas Maret (2019) dengan konsentrasi Akuntansi Sektor Publik. Sejak itu banyak menghabiskan waktu di lapangan: mendampingi, memberi mentoring, dan menilai BUM Desa dari Yogyakarta sampai Bima dan Kalimantan Tengah. Ia juga bagian dari tim perancang instrumen akreditasi BUM Desa di Bumdes.id.
Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo sekaligus praktisi keuangan yang aktif turun ke desa. Sejak 2019 konsisten mendampingi BUM Desa di Klaten, Sukoharjo, dan Boyolali — mulai dari transformasi badan hukum dan pengunggahan dokumen ke laman Kemendesa, penyusunan Laporan Realisasi Anggaran dan Laporan Posisi Keuangan, hingga pelatihan pemasaran digital untuk ibu-ibu PKK dan Karang Taruna.
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta yang juga mengajar di Sekolah Vokasi Universitas Sebelas Maret. Menempuh S-1 dan S-2 Akuntansi di UNS dengan konsentrasi Akuntansi Sektor Publik, dan menyelesaikan Program Doktor Ilmu Ekonomi UNS di bidang Akuntansi Keuangan. Sejak 2022 ia juga mengelola bisnisnya sendiri, sehingga pendekatannya pada manajemen dan SOP rapi secara akademis sekaligus masuk akal secara bisnis.
Rekam jejak tim Innara terbangun dari kerja bersama pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan perguruan tinggi di berbagai wilayah Indonesia.
Dispermades Kabupaten KlatenDispermades Kabupaten SukoharjoDinas Koperasi dan UKM SlemanBiro Bermas DIYTNP2KHibah BIMA Kemdiktisaintek
Bank Rakyat IndonesiaBank IndonesiaRumah BUMN YogyakartaSurfAid NusataniSarihusadaBumdes.id
Universitas Sebelas MaretUniversitas Muhammadiyah SurakartaUniversitas Veteran Bangun NusantaraUniversitas Negeri SemarangUniversitas Muhammadiyah YogyakartaUniversitas PancasilaUniversitas TrunojoyoUniversitas SamuderaUniversitas Pendidikan GaneshaSTT Pagar Alam
Belum punya badan hukum? Unit usaha jalan tapi laporan keuangannya belum pernah dibuat? Atau produknya bagus tapi belum sampai ke pasar? Tidak apa-apa — hampir semua desa yang kami dampingi mulai dari titik itu.
WhatsApp us